Sabtu, 2008 Maret 01

letter tattoo





letter tattoo

Kamis, 2008 Februari 28

Festival Javatatto



Festival Javatatto

Realis Tattoo






Realis Tattoo

Tribal tattoo


Tribal tattoo


Selasa, 2008 Februari 26

PIERCING

PIERCING

Piercing diambil dari bahasa inggris yang artinya melubangi bagian tertentu pada tubuh atau kulit
guna memberikan hiasan pada tubuh tersebut (tindik). Dan piercing adalah sebuah perilaku dengan
menusukan benda ke dalam kulit, sebagai simbol identitas komunal. Seni dan budaya ini sudah dilakukan
oleh pendahulu kita melalui proses ritual suku dan adat mereka dan sampai sekarang ini masih
berkembang dalam budaya masyarakat adat dan suku pedalaman di Indonesia,
contohnya di Mentawai, Borneo(kalimantan-Dayak) Irian, Bali, dll. Sedangkan di luar Indonesia di
suku asli amerika yaitu Indian, Hawaii, Tahiti (Tahiti), ladang uranium terbesar 'Jabiluka' (Australia), dll.
Dalam budaya modern, piercing menjadi budaya eksistensi individual dengan mengekspresikan fungsi
dekoratif pada tubuh. Dari pergeseran esensi secara fungsional, selain sebagai aksesoris pada tubuh,
piercing dapat dilihat sebagai hasil craftmanship yang memainkan peran kepekaan artistik dengan
perbandingan yang seimbang antara media, estetika dan jenis material yang aman bagi tubuh atau
kulit dan kesehatan. Piercing hanya terjadi antara 2 orang individu yaitu seorang seniman Piercing
(Piercer) dan seorang volounter media yang saling mempercayai, dan sang volouter media yang
merelakan tubuhnya untuk dihiasi.

Tattoo

Tattoo
Dalam The American Heritage Desk Dictionary ditulis bahwa kata tato berasal dari Polinesia.
Untuk lebih detailnya lagi, dalam The Art of the New Zealand, Anne Nicholas menulis bahwa
kata tattoo berasal dari bahasa Tahiti tatau. Joseph Bnks yang kapalnya mencapai Tahiti
pada tahun 1769, mencatat fenomena tubuh penuh tato yang dilihatnya dikalangan penduduk
asli tahiti. Tetapi Kapten Bougainville lah yang memperkenalkan kata "tatau" kedalam bahasa Inggris,
sedangkan kata tato adalah pengindonesiaan dari tattoo, yang artinya goresan, desain, atau
gambar yang dibuat pada kulit secara permanen. Pembuatan gambar permanen pada tubuh
secara garis besar telah dilakukan dalam 2 cara :
1. Retas tubuh, dalam bahasa inggris Scarification, yaitu menggores permukaan kulit dengan benda tajam sehingga menimbulkan luka, dan ketika luka ini sembuh akan
terbentuklah tonjolan pada permukaan kulit.
2. Melubangi permukaan kulit dengan benda yang runcing sesuai gambar yang diinginkan,
lalu melalui lubang-lubang itulah tinta/zat cair berwarna dimasukkan kebawah permukaan kulit.

Tato pada awalnya dipercaya dan dibuat untuk kebutuhan ritual, untuk itulah
biasanya dipilih orang-orang yang punya kecakapan khusus untuk melakukannya.
Ini mirip dengan kehidupan dalam masyarakat tradisional, dimana ada orang yang
biasanya mengurusi pekerjaan penyediaan makan dan minum bila ada pesta/adat tradisional.
ada orang yang tugasnya membuat rumah, ada yang memimpin upacara.
Dengan analog ini, ada pula orang-orang khusus yang terpilih sebagai penato karena
keterampilan motoriknya untuk pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan artistik,
serta punya kepekaan akan keindahan. Makanya dalam setiap konteks budaya yang punya
sub-kultur tato, selalu saja ada orang yang dipilih sebagai penato. Dengan kemampuan itu,
orang itu bisa dianggap seniman, yaitu orang yang punya kemampuan dan keterampilan artistik
dan estetis yang lebih untuk menangani apa yang diserahkan kepadanya untuk dikerjakan,
dalam konteks ini pekerjaan menato.
Seni tato juga berbicara mengenai seni secara umum. Bukti-bukti yang dihadirkan oleh tanda-
tanda pada tato acapkali ditolak atau disalahpahami. Eksistensi seni tato dipahami dan diakui
dengan ditemukannya jasad manusia bertato. Jasad manusia bertato yang pertama kali
ditemukan ialah mummi dari dinasti ke sebelas (kerajaan pertengahan). Nama orang yang
dimummikan itu Amunet (Thebes 2000th SM), ia seorang pendeta wanitamazhab pemuja
Dewi Hathor. Tato pada tubuh Amunet berpola grafis yang simpel, dibentuk dengan pola
titik-titik dan garis-garis yang membuat pola bentuk abstrak. Ini mencakup sebuah
desain eliptis yang terdapat pada bagian bawah perutnya, yang ditafsirkan sebagai satu
simbolisme untuk konsep kesuburan.
Dua mummi perempuan lain dari periode yang sama (salah satunya penari) menunjukan
tanda-tanda yang hampir sama. Maka daoat dibaca bahwa dulu tato hanya diperuntukkan
untuk wanita, sampai munculnya tao untuk pria sebagaimana yang ditemukan pada mummi
laki-laki bertato.
Berikut ini adalah tulisan mengenai tato dari berbagai konteks. maksudnya agar tato
bisa dipahami dan diapresiasi secara proporsional dan dengan hati terbuka. sebab dalam
kenyataan sehari-hari semakin banyak saja orang dan anak muda yang memberi arti lebih
atau membuat pemaknaan tertentu atas tubuh mereka dengan tato. Dalam konteks budaya
masyarakat Mentawai yaitu suku dayak, tato dibuat bukan untuk alasan keindahan/estetis.
Bagi mereka tato adalah salah satu ekspresi untuk kepercayaan agama mereka, atau sebagai
kode-kode untuk status sosial, sebagai ungkapan dalam proses inisiasi. Bagi mereka tato
adalah aktivitas ritual yang suci atausatu bentuk seni yang punya spirit, atau bisa disebut
sebagai seni yang hidup.
Disisi lain berkembang pula cerita-cerita buruk dan mitos-mitos keliru mengenai orang-orang
bertato, tato selalu diasosiasikan dengan kriminalitas. sebagai contoh dalam konteks
sejarah sosial-politik Indonesia, ada satu kurun waktu pada tahun 1983-1984 ketika banyak
sekali ditemukan mayat yang terkapar dijalan, hampir semuanya memiliki tato pada tubuh
mereka, mereka ditangkap dan dibunuh oleh tangan-tangan profesional (pembunuh misterius
atau PETRUS) untuk satu kepentingan politik dari rezim yang berkuasa pada waktu itu.
Pembunuhan atas orang-orang bertato itu merupakan satu statemen yang berfungsi sebagai
satu ancaman terhadap beberapa segmen masyarakat tertentu. Sebagai contoh "Dengan tangan
menutupi muka di got tertutup batu, seorang laki-laki bertato dengan gambar wanita telanjang
ditemukan tewas dibacok seratus kali (Pos Kota, 3 Januari 1984)" dan itu bukanlah sifat sosial
yang sifatnya memanusiakan manusia bukan ?
Walau begitu, tato tidak surut langkah, para penato profesional pelan-pelan juga terus
berkembang jumlahnya dengan peralatan yang canggih dan dengan cara pengerjaan yang tepat
dan higienis. Beberapa contoh yang ada di DIY adalah TOXIC TATTOO PARK, KILL CAT studio,
HITAM skin deep art, TRA TA TA TATTOO, HERU tato dan lain-lain)
Persepsi mengenai tato ternyata bermacam-macam. Tato dipandang secara positif
dan negatif. Ada kelompok masyarakat yang melihatnya sebagai aib, tato dalam ini dipandang
sebagai suatu pengotoran atas tubuh manusia, dalam konteks ini tato dipandang dengan
norma-norma tertentu yang mengecilartikan tato. Ada kelompok lain yang memakai tato
sebagai bentuk perlawanan sosial-psikologis, atau perlawanan cultural. ada kelompok lain
yang memandang tato sebagai satu ruang aktivitas seni dan kreativitas, dalam ini tato dipandang
sebagai media untuk berekspresi, atau sebagai satu bentuk seni.
Eksistensinya, tato sudah lama ada diberbagai sudut dunia dan dalam berbagai jaman. Mengenai ini Charles Darwin
pernah secara ekstim menyatakan dalam tulisannya "Tidak ada bangsa dimuka bumi ini yang
tidak mengenal fenomena tato."

© template | adbrite